Dunia Energi Logo Sabtu, 18 November 2017

FSO Abherka Beroperasi, PHE WMO Siap Pacu Target

FSO Pertamina Abherka

Kepala BPMIGAS R Priyono (kiri) dan Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan (tengah) menggunting pita peresmian FSO Pertamina Abherka.

SURABAYA – Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan menyatakan, Pertamina Hulu Energi (PHE) West Madura Offshore (WMO) siap memacu target produksinya tahun ini, sebesar 20.000 barel minyak per hari dan gas 166.4 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), menyusul mulai beroperasinya Floating Storage and Offloading (FSO) Pertamina Abherka.

FSO Pertamina Abherka merupakan fasilitas penampungan minyak terapung pertama milik Pertamina Perkapalan, yang dioperasikan untuk menjamin kelancaran operasi dalam produksi minyak dan gas PHE WMO. FSO Abherka memiliki kapasitas 600.000 barel, dan dapat menampung 150 pekerja lepas pantai.

Fasilitas baru PHE WMO itu diresmikan pada Rabu, 8 Agustus 2012, oleh Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS) R Priyono dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan beserta jajaran direksi. Upacara peresmian dilakukan langsung di atas FSO Abherka di perairan Madura, Jawa Timur.

FSO Pertamina Abherka ini menggantikan FSO Madura Jaya, yang sebelumnya beroperasi di Lapangan Poleng, Blok WMO. Dengan pergantian FSO diharapkan PHE WMO dapat meminimalisasi downtime pada saat melaksanakan lifting minyak.

“Dengan FSO Pertamina Abherka, PHE WMO dapat menampung minyak hasil produksi sampai 30.000 barel per hari sehingga akan memberikan kontribusi positif bagi pencapaian target lifting minyak nasional,” ujar Karen dalam peresmian itu.

FSO Pertamina Abherka adalah hasil konversi kapal tanker MT. Geudongdong, dan merupakan proyek konversi pertama Pertamina Perkapalan. Pertamina Perkapalan akan mengoperasikan FSO tersebut selama 10 tahun di daerah operasi PHE WMO tanpa docking, dengan nilai kontrak USD71 juta.

Karen menambahkan, kehadiran FSO Pertamina Abherka juga sangat menunjang kelancaran operasi, yang akan berdampak positif bagi penyediaan energi di wilayah Jawa Timur, sehingga pertumbuhan ekonomi di wilayah setempat dapat dipacu.

Produksi gas dari WMO dialirkan kepada PLN, PGN, BUMD Gresik, dan Media Karya Sentosa. Sehingga secara tidak langsung, beroperasinya FSO ini akan memberikan jaminan kelangsungan pengaliran gas bagi listrik dan industri di sekitar Jawa Timur.

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)