Dunia Energi Logo Sabtu, 18 November 2017

Energi Mega Targetkan Raih Margin 10% dari Divestasi Buzi

JAKARTA – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), emiten minyak dan gas milik keluarga Bakrie, menargetkan meraih margin 10% dari divestasi 50% hak partisipasi di di Blok Buzi, Mozambik, Afrika. Energi Mega menguasai 75% hak partisipasi di Blok Buzi. Sedangkan sisanya 25% dimiliki oleh Pemerintah Mozambik dan Empressa Nacional de Hidrocarbonetos (ENH).

Energi Mega membeli 100% saham Buzi Hydrocarbons Singapura Pte Ltd (BHPL) yang merupakan pemegang kuasa tambang blok Buzi Mozambik, dari Greenwich International Ltd, pada 2013. Saat itu Energi Mega dan dua anak perusahaan lain, yakni Enviroco Company Ltd, Seychelles dan EMP Holding Singapore Pte Ltd, Singapura (EMP HS), mengadakan perjanjian jual beli saham dengan Greenwich International.Energi Mega, Enviroco, dan EMP HS sepakat untuk membeli masing-masing sebesar 25%, 41%, dan 34% saham BHPL milik Greenwich senilai US$ 175 juta.

“Kami harapkan bisa meraih margin sebesar 10% dari nilai awal pembelian,” ujar Imam P Agustino, Presiden Direktur Utama Energi Mega di Jakarta, Selasa.

Energi Mega pada proses due diligence Oktober 2015 menjajaki tiga investor yang berminat mengakuisisi sebagian hak partisipasi Blok Buzi. Ketiga investor potensial tersebut berasal dari Eropa dan Afrika.

Herwin W Hidayat, Vice President Investor Relation Energi Mega, mengatakan proses negosiasi dengan dengan mitra strategis untuk divestasi Blok Buzi dan diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan.”Keuntungan yang diraih apabila kita bandingkan dengan harga beli yang dilakukan sebelumnya,” kata dia.

Menurut Herwin, selain proses divestasi terhadap Blok Buzi, sepanjang 2015 perseroan juga melakukan pelunasan pinjaman sebesar US$ 90 juta. Dan saat ini sedang dilakukan proses finalisasi refinancing sebesar US$ 53 juta. Refinancing diharapkan berdampak terhadap penurunan beban bunga dan perbaikan rasio likuiditas.

Selain itu, Energi Mega telah memperoleh perpanjangan kontrak di Blok Gebang PSC, Sumatera Utara dengan prospek cadangan gas yang cukup. Perseroan juga telah memperoleh persetujuan plan of further development dari pemerintah untuk mengembangkan lebih lanjut Blok Bentu PSC.

“Produksi gas Blok Bentu dari 30 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) pada 2013 meningkat menjadi 47,5 MMSCFD,” tandas Herwin.(AT)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)