Dunia Energi Logo Senin, 20 November 2017

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Tekan Harga Emas dan Perak

NEW YORK – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada Kamis (Jumat pagi WIB) karena data AS yang positif meningkatkan spekulasi para pedagang untuk kenaikan suku bunga Desember. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember terkoreksi  US$3,9  atau 0,36%  menjadi  US$1.081,00  per ounce.

Perak untuk pengiriman Desember turun 3,8 sen atau 0,27%, menjadi ditutup pada US$14,225 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun US$6,2  atau 0,70% menjadi ditutup pada US$876,90  per ounce.

Emas berada di bawah tekanan karena tanda-tanda penguatan muncul dari laporan-laporan data ekonomi AS pada Kamis. Dalam pekan yang berakhir 7 November, angka pendahuluan untuk klaim awal yang disesuaikan secara musiman adalah 276.000 orang tidak berubah dari tingkat direvisi minggu sebelumnya, kata Departemen Tenaga Kerja AS, Kamis.

Rata-rata pergerakan empat minggu mencapai 267.750 orang meningkat 5.000 dari rata-rata tidak direvisi minggu sebelumnya 262.750 orang, meskipun masih bertahan di tingkat terendah dalam beberapa tahun. Dalam laporan terpisah, departemen melaporkan bahwa jumlah lowongan pekerjaan sedikit berubah pada 5,5 juta pada hari kerja terakhir September. Tingkat lowongan kerja untuk September mencapai 3,7 persen.

Para analis percaya ini kemungkinan akan menjadi titik diskusi selama pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Desember, karena penurunan jumlah pasokan di pasar tenaga kerja cenderung menyebabkan inflasi upah.

Inflasi adalah salah satu kekhawatiran utama Federal Reserve AS, selain pengangguran, yang telah bertahan stabil di dekat lima persen, yang menunjukkan lapangan kerja penuh. Kedua laporan, dianggap sebagai tanda-tanda menggembirakan bagi Federal Reserve, memberikan tekanan pada logam mulia karena para pedagang terus menghargakannya dalam ekspektasi untuk kenaikan suku bunga Desember.

Menurut alat Fedwatch CMEGroup, probabilitas tersirat saat ini untuk kenaikan suku bunga pada Desember berada di tertinggi selama ini, pada 70%. Ditambah dengan permintaan fisik yang lemah, analis percaya ini menempatkan tekanan baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek pada logam mulia.

Para analis awalnya memperkirakan kenaikan suku bunga akan ditunda sampai 2016, tetapi pertemuan FOMC pada akhir Oktober meninggalkan pintu terbuka bagi The Fed untuk menaikkan suku sebelum akhir 2015. Peningkatan suku bunga The Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga.

The Fed belum menaikkan suku bunga acuan dalam hampir 10 tahun terakhir, dan suku bunga sudah mendekati nol sejak krisis keuangan pada 2008.(LH)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)