Dunia Energi Logo Senin, 20 November 2017

Dolar dan Harga Minyak Global Anjlok Dorong Penurunan Harga Premium dan Solar

 

Harga premium akan turun minimal Rp 300 per liter dan solar Rp 500 per liter

Harga premium akan turun minimal Rp 300 per liter dan solar Rp 500 per liter

JAKARTA– Pemerintah memastikan harga premium dan solar akan turun mulai 1 Januari 2016 didorong pelemahan harga minyak global serta depresiasi kurs dolar Amerika Serikat. Besaran penurunan harga bahan bakar minyak tersebut masih belum dipastikan dan baru akan dijelaskan kepada publik pada hari ini (Rabu, 23/12).

I Gusti Nyoman Wiratmadja Puja, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, mengatakan harga premium kemungkinan turun pada kisaran Rp 200-Rp300 per liter dari harga saat ini Rp 7.400 per liter. Sedangkan harga solar bisa turun lebih dari Rp500 per liter dari harga saat ini Rp 6.700 per liter.

Menurut Wiratmadja, pemerintah  akan menetapkan kebijakan batas atas dan bawah untuk penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Apalagi di banyak negara skema tersebut kerap diterapkan. “ Maksudnya ketika harga turun di bawah sekali, ada batasan yang harus menjadi patokan, begitu juga sebaliknya, itu bisa menjadi solusi yang baik,” katanya.

Menteri ESDM Sudirman Said juga telah memastikan harga BBM sesuai dengan perhitungan data akan turun seperti harga minyak dunia pada Januari 2016. Namun, Sudirman belum  memastikan nominal pasti penurunan harga tersebut.

Dia menjelaskan sesuai dengan aturan kebijakan penurunan harga per tiga bulan serta kuantitas mengikuti harga pasaran. Setelah kenaikan harga terakhir Oktober 2015, Januari 2016 tepat setelah tiga bulannya.

Sudirman  mengakui pemerintah akan menerapkan ambang batas atas dan batas bawah harga (ceiling price) BBM per Januari 2016. Apabila harga riil BBM lebih rendah dari harga jual patokannya, selisih lebihnya masuk ke kas negara sebagai dana cadangan. Sebaliknya, jika harga riil BBM lebih tinggi dari harga patokan, kekurangannya akan ditutup dari dana cadangan tersebut.

“Ada batas atas dan batas bawah. Kalau (harga BBM riil) di bawah (harga jual patokan), selisihnya kita simpan. Dengan uang yang kita simpan kita bisa jaga stabilitas dan ini opsi yang mungkin paling pas untuk diterapkan,” katanya. (RA)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)