Dunia Energi Logo Sabtu, 18 November 2017

Dirut PGN: Harga Gas Murah Tidak Mengatasi Masalah

Direktur Utama (Dirut) PT PGN (Persero) Tbk, Hendi Prio Santoso.

Direktur Utama (Dirut) PT PGN (Persero) Tbk, Hendi Prio Santoso.

JAKARTA – Direktur Utama PT PGN (Persero) Tbk, Hendri Prio Santoso meminta para konsumen untuk tidak lagi mengharapkan harga gas murah di dalam negeri. Mengingat pemanfaatan gas baik di hulu maupun di hilir, membutuhkan investasi yang besar serta pembangunan infrastruktur yang memadai.  

“Mengharapkan harga gas murah seperti saat subsidi BBM (bahan bakar minyak) masih berlaku, tidak akan membantu mengatasi masalah ketersediaan gas, baik bagi industri dan sektor kelistrikan yang sampai saat ini masih menjadi perhatian pemerintah,” ujar Hendri di Jakarta pekan lalu.  

Alasannya, seperti dituturkan Hendri, produsen pengembang gas di hulu (eksplorasi dan eksploitasi) harus mengeluarkan investasi yang besar untuk memproduksi gas. Jika harga gas di luar negeri lebih mahal ketimbang di dalam negeri, maka demi menyelamatkan inveestasinya tentu produsen lebih memilih menjual gasnya ke luar negeri.

Kalau produsen enggan menjual gasnya ke dalam negeri karena harga yang terlalu murah, tentu PGN yang bertugas melakukan distribusi, akan kesulitan mendapatkan gas dari produsen. Harga gas yang kompetitif, lanjut Hendri, seharusnya dipandang oleh konsumen sebagai insentif, untuk mendorong meningkatnya produksi gas nasional.  

Toh dengan harga yang bersaing antara di dalam negeri dan di luar negeri, konsumen gas di dalam negeri tetap mendapatkan harga yang lebih murah ketimbang menggunakan HSD atau minyak diesel. Tapi kalau konsumen terus berharap harga yang murah seperti saat diberlakukannya subsidi BBM, justru konsumen akan semakin sulit mendapatkan pasokan gas, utamanya untuk industri dan kelistrikan.   

Dari sisi PGN sendiri, kata Hendri, terus berupaya menambah infrasturktur yang ada, agar jika pasokan dari produsen meningkat, PGN dapat menyalurkannya ke konsumen secara optimal. Pembangunan infrastruktur penyaluran gas terintegrasi seperti yang dicita-citakan, membutuhkan dana yang besar.

Meski mahal, lanjutnya, pembangunan infrastruktur gas akan memberikan multiplier effect (manfaat yang berlipat ganda, red) bagi perekonomian nasional. Yang kami harapkan adalah dukungan semua pihak agar tujuan nasional dalam pemanfaatan gas bumi dapat tercapai,” tandasnya.

(Abdul Hamid / duniaenergi@yahoo.co.id)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)