Dunia Energi Logo Minggu, 19 November 2017

Bumi Resources Minerals Tidak Akan Lepas Saham Newmont

 

JAKARTA– PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), perusahaan pertambangan mineral terafiliasi Grup Bakrie, akan mempertahankan kepemilikan 18% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) melalui PT Multi Capital di PT Multi Daerah Bersaing. Perseroan siap bekerja sama dengan pihak manapun, lokal maupun asing yang mengelola NNT.

“Hingga saat ini belum ada keputusan dari manajemen untuk melepas satu persen pun kepemilikan saham kami di NNT melalui PT Multi Capital. Tambang Batu Hijau yang dikelola NNT masih prospektif,” ujar Herwin W Hidayat, Investor Relations Bumi Resources Minerals di Jakarta, Kamis (10/12).

Bumi Minerals menurut Herwin bahkan berkomitmen untuk terus secara bersama dengan pemegang saham lain NNT untuk mengembangkan tambang emas dan tembaga terbesar kedua nasional itu. Apalagi Batu Hijau adalah salah satu dari tiga tambang di dunia dengan jumlah tonase bijih lebih dari satu miliar ton dan kadar emas lebih tinggi dari 0,2 gram per ton.

“Belum lagi ada deposit emas dan tembaga di blok lain, yaitu di Elang yang diperkirakan menjadi sumber daya berpotensi lebih besar daripada Batu Hijau,” kata Herwin.

Sebelumnya diberitakan, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), akan mengambil 76 persen saham PT NNT  dengan nilai transaksi diperkirakan mencapai US$ 2,2 miliar. Arifin Panigoro, pendiri dan pemilik Medco,  bahkan telah bertemu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli guna melaporkan rencana tersebut.  Arifin bahkan mengklaim telah menandatangani nota kesepahaman dengan PTNNT terkait pengambilalihan saham dan berharap transaksi bisa dilakukan akhir 2015.

Menurut dia, blok Batu Hijau memang telah melewati puncak produksi dan hanya tersisa sekitar lima hingga enam tahun lagi. Namun, di sebelah blok Batu Hijau terdapat lapangan baru yang punya potensi besar untuk dikembangkan, yaitu blok Elang.

Pemegang saham NNT saat ini terdiri atas 56% oleh Nusa Tenggara Partnership BV (konsorsium Newmont Mining Corp dan Sumitomo Corp), 17,8% PT Pukuafu Indah, 2,2% PT Masbaga Investama Indonesia, dan 24% oleh PT Multi Daerah Bersaing (MDB). MDB adalah perusahaan patungan PT Multi Capital dan PT Daerah Maju Bersaing, konsorsium tiga pemerintah di Nusa Tenggara Barat (NTB), yaitu Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, dan  Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Di MDB, Multi Capital menguasai 18% saham Newmont dan 6% sisanya milik Daerah Maju Bersaing.

 

Laba US$ 8,5 Juta

Hingga kuartal III 2015, Bumi Minerals mencatat laba bersih US$ 8,5 juta dalam sembilan bulan pertama 2015. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) itu masih rugi US$ 86,3 juta (Rp 1,12 triliun). Kenaikan laba tersebut didorong oleh peningkatan produksi dari perusahaan terafiliasinya, yaitu NNT.

Suseno Kramadibrata, Direktur Utama Bumi Minerals, mengatakan tahun ini lokasi tambang Batu Hijau yang dikelola oleh NNT telah secara signifikan meningkatkan volume produksi konsentrat tembaga dan emasnya dari periode yang sama tahun lalu. Karena itu, perusahaan dapat membukukan laba bersih sebesar US$ 8,5 juta. “Pencapaian ini merupakan kemajuan dari kuartal lalu dan juga dari tahun sebelumnya,” katanya.

Tahun lalu, NNT  masih menyumbang rugi sekitar US$ 65,3 juta ke laporan kinerja perusahaan Grup Bakrie itu. Tahun ini sumbangannya laba US$ 80,9 juta. Produksi emas perusahaan juga naik dari 33.000 ounce pada  kuartal III 2014 menjadi 504 ribu ounce. Produksi tembaga juga naik jadi 381 juta dari sebelumnnya 88 juta.

“Likuiditas perusahaan kami juga masih cukup baik dengan rasio pinjaman bersih terhadap ekuits yang masih di level 0,51x di akhir September tahun ini,” ujarnya. (dr/dudi@dunia-energi.com)

Komentar

  1. Travelloke.com mengatakan:

    Dorong semua perusahaan tambang masuk ke Bursa alias Go Public agar seluruh rakyat Indonesia bisa memiliki saham perusahaan tambang.

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)