JAKARTA – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) memulai kemitraan dengan China Nonferrous Metal Industry’s Engineering and Construction Co, Ltd (NFC) untuk mengembangkan proyek seng dan timbal di Dairi, Sumatera Utara. Bumi Minerals telah menjual 51% saham di PT Dairi Prima Mineral (DPM) ke NFC senilai US$198 juta.

Fuad Helmy, Direktur and Chief Financial Officer Bumi Minerals, mengatakan sebagian hasil penjualan saham Dairi Prima akan digunakan untuk mengurangi neraca perusahaan dan mengakuisisi 20% saham yang dikuasai PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Sisanya, dialokasikan untuk mengembangkan seng proyek di Dairi dan proyek tembaga dan emas lainnya di Palu dan Gorontalo, Sulawesi. Serta pembayaran kembali utang.

“Likuiditas perusahaan diperkirakan akan meningkat secara signifikan,” kata Fuad, Senin (24/9).

Muhammad Sulthon, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Minerals, mengatakan perseroan telah bekerja keras untuk memenuhi semua dokumentasi yang diperlukan untuk menyelesaikan kesepakatan divestasi. Kemitraan dengan NFC diharapkan dapat mempercepat produksi pertama dari Dairi Prima dan juga untuk mendapatkan akses ke sumber dana murah di China.

Suseno Kramadibrata, Direktur dan COO Bumi Minerals, menambahkan bahwa pihaknya berharap kemitraan dengan NFC akan memungkinkan perseroan untuk memulai proyek seng dan memimpin produksi Dairi Prima pada 2020.

“Proyek seng sudah berdiri dan mulai berjalan, sehingga kami dapat memfokuskan perhatian kami terhadap proyek emas yang dimiliki 96% di Palu dan 80% proyek tembaga yang dimiliki di Gorontalo. Kedua proyek berada di Sulawesi. Proyek Palu diharapkan mulai produksi komersial pada akhir 2020,” ungkap Suseno.(RA)