Dunia Energi Logo Sabtu, 20 Oktober 2018

Bor Sumur Betung, Pertamina EP Jambi Field Berpotensi Tambah Produksi 200 BOPD

BUJUBANG – PT Pertamina EP Asset 1 Jambi Field telah mulai pemboran sumur BTP-01 di Desa Bungku, Kecamatan Bujubang, Kabupaten Batanghari, Jambi. Pemboran sumur  menggunakan Rig NT-45/2 milik PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) hingga kedalaman akhir 600 meter dengan estimasi waktu pengerjaan selama 21 (dua puluh satu) hari kerja.

M Rizal, Asset 1 Legal & Relation Manager Pertamina EP Asset 1, mengatakan Pertamina EP berharap proses pemboran sumur BTP-01 berjalan sesuai rencana dengan tetap mengedepankan aspek health, safety, dan environment dalam setiap tahapan pelaksanaannya.

“Sumur BTP-01 diharapkan dapat menghasilkan minyak bumi sebesar 200 BOPD, sehingga dapat meningkatkan lifting migas Pertamina EP ke depannya,” ujar Rizal.

Menurut Rizal, rencana kerja pemboran sumur tersebut sesuai dengan work program and budget (WP&B)  2018. Pemboran Sumur BTP-01 merupakan pemboran pertama di struktur Betung, pasca penutupan sumur-sumur ilegal yang dilakukan oleh Tim Terpadu Provinsi Jambi sepanjang  2017.

Ke depan, Pertamina EP berencana akan melakukan pemboran sebanyak tujuh sumur baru di struktur Betung yang merupakan salah satu struktur di  Jambi Field.

“Ini mempertegas Pertamina EP mempunyai tekad memproduksi migas secara legal dengan mematuhi peraturan pemerintah yang berlaku serta kaidah best practice oil and gas,” kata Rizal dalam keterangan tertulisnya.

Pertamina EP Jambi Field hingga September 2018 telah mencapai produksi minyak sebesar 3.259 barrel oil per day (BOPD).

Produksi tersebut diperoleh  dari 11 struktur yang dioperasikan Pertamina EP Jambi Field, antara lain Kenali Asam, Bajubang, Tempino, Sungai Gelam, Ketaling Barat, Ketaling Timur, Setiti, Sengeti, Bungin Batu, Penerokan dan Simpang Tuan.(RA)

Baca juga  Pemerintah Larang Obral Harga Saat Lelang Proyek Pembangkit

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.