Dunia Energi Logo Rabu, 19 Desember 2018

Biaya Investasi dan Harga Ganjalan Pengembangan Industri Kimia Berbasis Batu Bara

JAKARTA – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) masih melakukan studi kelayakan terkait rencana pengembangan industri kimia berbasis batu bara (coal to chemical plant). Chandra Asri telah menandatangani Head of Agreement dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Pertamina (Persero), dan PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk mendirikan coal-to-chemical-plant di Mulut Tambang Batubara di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

“Kemungkinan nanti bentuknya JV company. Kendala sekarang adalah harga batu bara dan investasi yang besar. Lokasinya harus dekat tambang, sehingga perlu infrastruktur baru,” kata Suhat Miyarso, Vice President Corporate Relations Chandra Asri kepada Dunia Energi, Senin(23/4).

Arviyan Arifin, Direktur Utama Bukit Asam, sebelumnya mengatakan  produk hasil industri kimia berbasis batu bara akan dipasarkan di dalam negeri. Proyek tersebut merupakan upaya Bukit Asam dalam mengembangkan peluang bisnis dari rencana industri hilirisasi batu bara.

Melalui teknologi gasifikasi, akan merubah batu bara sebagai feedstock, untuk menjadi urea dengan kapasitas 500 ribu ton per tahun, dimethyl ether (DME) dengan kapasitas 400 ribu ton per tahun dan polypropelene dengan kapasitas 450 ribu ton per tahun, yang direncanakan beroperasi komersial (commercial operation date/COD) pada November 2022.

“Saat ini, proyek hilirisasi batu bara sedang memasuki tahap bankable feasibility study dan pembebasan lahan di suatu kawasan industri berbasis batu bara Bukit Asam (Bukit Asam Coal Based Industrial Estate). Luas lahan seluruhnya 1500 hektar, tahap pertama 600 hektar,” kata Arviyan.(RA)

Baca juga  RKAB Sulit Dipangkas, Produksi Batubara Diprediksi Capai 470 Juta Ton

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.