Dunia Energi Logo Kamis, 23 November 2017

Belanja Modal Pertamina 2014 Dialokasikan US$7,85 Miliar, 48% Untuk Bisnis Hulu

Gas Pertamina

Salah satu kegiatan hulu Pertamina di bidang eksplorasi dan produksi migas.

JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero) telah menetapkan belanja modal sebesar US$7,85 miliar untuk 2014. Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Badan usaha Milik Negara (BUMN) ini menyebutkan, sebagian besar atau 48% dana itu akan digunakan untuk menunjang pengembangan bisnis di hulu (eksplorasi dan produksi).

Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir membenarkan bahwa RUPS yang berlangsung pada Senin, 23 Desember 2013, telah menetapkan dan mensahkan RKAP 2014, sebagai acuan kerja Pertamina di tahun depan.

Besaran belanja modal yang ditetapkan RKAP 2014 Pertamina itu mencapai US$7,85 miliar. “Belanja modal ini dalam rangka menunjang target-target pertumbuhan Pertamina di 2014. Diantaranya target pencapaian pendapatan sebesar US$79 miliar, dan laba bersih sebesar US$3,44 miliar,” ujar Ali di Jakarta, Kamis, 26 Desember 2013.

Dari US$7,85 miliar belanja modal yang dialokasikan untuk 2014, kata Ali, sebanyak 48% akan digunakan untuk mengembangkan bisnis hulu Pertamina. Alokasi terbesar kedua, yakni untuk kegiatan pengembangan bisnis, sebesar 22,2%.

Sedangkan 13,4% lainnya, lanjut Ali, dialokasikan untuk bisnis gas, 6,4% untuk bisnis pengolahan, 6,1% untuk kegiatan pemasaran dan niaga, serta sekitar 3,9% untuk bisnis petrokimia dan untuk belanja modal anak perusahaan Pertamina lainnya.

Dalam catatan Dunia Energi, Pertamina merupakan satu-satunya perusahaan Indonesia yang terdaftar dalam Fortune Global 500, dan kini berada di peringkat 122. Ali menuturkan, sebagai perusahaan minyak dan gas bumi (migas) nasional, Pertamina berkomitmen untuk mewujudkan keseimbangan antara pencapaian keuntungan perusahaan dan kualitas pelayanan publik.

“Dengan 56 tahun pengalaman menghadapi tantangan di lingkungan geologi Indonesia, Pertamina merupakan perintis pengembangan usaha gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG),” ungkapnya.

Lingkup usaha Pertamina saat ini antara lain eksplorasi dan produksi migas, pengolahan kilang minyak, manufaktur dan pemasaran produk-produk energi dan petrokimia, pengembangan bahan bakar nabati, eksplorasi dan produksi tenaga panas bumi, serta mengembangkan sumber-sumber energi alternatif.

(Abdul Hamid / duniaenergi@yahoo.co.id)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)