JAKARTA – PT Sky Energy Indonesia menargetkan rencana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) dapat terealisasi tahun ini. Berdiri pada 2008 menjadikan perusahaan di bidang EPC energi baru terbarukan ini pada 2009 melakukan joint venture  dengan Hitachi Hitech untuk pengembangan produk dan membangun pabrikan panel surya di Indonesia.

“Yang jelas, dana IPO untuk membangun pabrik baru di Sentul,” ujar Hengky Loa, Direktur Sky Energy kepada Dunia Energi, baru-baru ini.

Pada 2012, Sky Energy memperoleh ISO 9001 – 2008 dan memperbesar kapasitas produksi solar panelnya menjadi 5 MW. Setahun kemudian Sky Energy Indonesia dengan produknya SKYE berhasil menembus pasar ekspor ke Amerika Serikat dan menjadi eksportir pertama produk panel surya Indonesia yang menembus pasar di benua Amerika, hal ini dibuktikan dengan meraih ISO 14000 : 20004 dan OHSAS 18001 : 2007.

Pada 2014 Sky Energy menempati pabrik baru di Cicadas Eanaherang Bogor yang sebelumnya masih bergabung dengan lokasi yang sama dengan PT Nipress di Jalan Naroggong Bogor. Pabrik ini menjadi pabrik yang membuat atau memproduksi solar cell untuk melengkapi pabrik perakitan panel surya.

Untuk mengembangkan pemasarannya di Indonesia Sky Energy Indonesia mengandeng distributornya PT Global Dimensi Mandiri ( Global Energy) untuk mengembangkan kebutuhan pasar dan menciptakan minat pasar untuk kebutuhan energy baru terbarukan khususnya solar energy.

Global Dimensi Mandiri yang berlokasi di Plaza Basmar Mampang Prapatan Jakarta, bersama sama dengan Sky Energy menciptakan inovasi dalam pemenuhan kebutuhan energi di masyarakat seperti baterai charging system , mobile solar system dan pengembangan litium baterai solar panel.

“Company kan harus growth, kami ingin lebih maju lagi. IPO saat ini baru di listed  di bursa,” kata Hengky.(RA)