Dunia Energi Logo Jumat, 24 November 2017

Bangun Fasilitas REMDOC, Pembangkitan Jawa Bali Targetkan Peningkatan Kapasitas hingga 22 GW

JAKARTA – PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), anak usaha PT PLN (Persero), bekerja sama dengan General Electric (GE) Indonesia membangun sebuah fasilitas Remote Engineering, Monitoring, Diagnostics and Optimizations Center (REMDOC) di Surabaya, Jawa Timur dengan perkiraan beroperasi pada Oktober 2017.

Fasilitas tersebut akan menghubungkan aplikasi piranti lunak GE, Asset Performance Management (APM), Operations Optimizationd (OO), dan Baseline Security Center pada 21 lokasi pembangkit PJB dengan total kapasitas listrik yang didistribusikan sebesar 10,7 gigawatt (GW).

“Diharapkan dapat meningkatkan kinerja untuk mengejar target PJB, yaitu meningkatkan kapasitas dua kali lipat hingga 22 GW pada tahun 2022,” kata Iwan Agung Firstantara, President Direktur PJB, di Jakarta, Rabu (19/7).

Fasilitas digital ini diyakini meningkatkan operasional dan pengelolaan pembangkit, bahkan yang berada di lokasi cukup terpencil. PJB dan GE juga akan bekerja sama untuk mengembangkan aplikasi berbasis Predix, sebuah platform untuk industrial internet, mengantisipasi peluang pasar di masa yang akan datang.

Dengan instalasi APM, sebuah aplikasi berbasis Predix, PJB dapat memonitor Dan menganalisa data yang berasal dari ribuan sensor yang terpasang pada setiap pembangkit listrik untuk memprediksi dan mencegah gangguan sebelum terjadi, sehingga meningkatkan keandalan pasokan listrik itu sendiri. Solusi OO membantu untuk mengoptimalkan kinerja dari faktor-faktor pembangkitan listrik, seperti kapasitas, emisi, fleksibilitas, dan ketersediaannya atau efisiensi dari lokasi PJB. Baseline Security Center akan meningkatkan keamanannya operasional bagi penyedia listrik.

Selain mendigitalisasi pembangkit listrik, kemitraan juga menyoroti kemudahaan PJB untuk memonitor, menganalisa, dan mengoptimalkan kinerja pembangkit listrik yang berada di kawasan terpencil dan mendapatkan gambaran menyeluruh atas kegiatan operasional dan kapabilitas teknisi menerapkan pengetahuan mereka demi peningkatan produktifitas.

“Piranti lunak awal akan diimplementasikan dalam kurun waktu 18 bulan ke depan, dengan lokasi pertama diperkirakan mulai beroperasi pada akhir 2017. REMDOC akan beroperasi di Surabaya pada akhir 2017,” tandas Iwan.(RA)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)