Dunia Energi Logo Kamis, 19 Oktober 2017

Antam Lepaskan Puluhan Jalak Putih di Gunung Halimun

BOGOR – Sebagai upaya mempertahankan keanekaragaman hayati, PT Aneka Tambang (Antam) Tbk hari ini, Selasa, 23 April 2013 melepaskan sebanyak 40 ekor burung Jalak Putih (Sturnus Melanopterus) di Pusat Konservasi Keanekaragaman Hayati (PKKH) Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Seremoni pelepasliaran ini dilakukan oleh Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, Komisaris Utama Antam R. Sukhyar, Direktur Utama Antam Alwinsyah Lubis, dan Direktur Operasi Antam Winardi.

Dalam kesempatan itu, Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan mengatakan, pembangunan PKKH di TNGHS sangat strategis, karena Kementerian Kehutanan sedang giat melaksanakan pelestarian keanekaragaman hayati dalam berbagai forum, baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional.

“Jalak Putih merupakan spesies dilindungi dan terancam punah, sehingga menjadi prioritas dalam upaya konservasi di taman Nasional Gunung Halimun-Salak,” jelas Zulkifli Hasan.          

Direktur Utama Antam, Alwinsyah Lubis menambahkan, program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pembangunan dan pengembangan PKKH di TNGHS, sebagai wujud kepedulian Antam terhadap kelestarian lingkungan, dan sebagai bentuk nyata implementasi kegiatan konservasi di setiap wilayah operasi perusahaan tambang mineral dan batubara ini.

Dalam acara ini, Menteri Kehutanan juga melakukan peresmian area penanaman 1.000 hektar, dan meresmikan sejumlah bangunan dalam komplek Persemaian Pusat Penelitian dan Pendidikan Pohon dan Tanaman Asli (P4TA).

Selain itu, Direktur Utama Antam juga menyerahkan Buku Definitif Konseptual Masterplan PKKH TNGHS Klaster Antam kepada Menteri Kehutanan.

Hingga saat ini, Antam telah membangun fasilitas pusat persemaian dengan kapasitas 500.000 bibit. Hingga 31 Desember 2012 telah dilakukan penanaman tanaman endemik sebanyak 500.000 pohon.

“Antam berkomitmen untuk terus melanjutkan penanaman pohon untuk periode berikutnya seluas 1.000 hektar di wilayah Taman Nasional Gunung Halimun-Salak,” kata Alwinsyah.  

(Iksan Tejo/duniaenergi@yahoo.co.id)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)