Dunia Energi Logo Kamis, 19 Oktober 2017

Amankan Pasokan PLTU, PLN Bangun Terminal Batu Bara di Serang

SERANG – PT PLN (Persero) membangun terminal batu bara (coal terminal) di Serang, Banten. Terminal batu bara yang dibangun untuk mendukung proyek infrastruktur kelistrikan di Banten itu berada atas lahan seluas 20 hektar dengan nilai investasi sebesar US$145 juta atau setara dengan Rp 2 triliun. Nantinya teminal batu bara tersebut akan menampung hingga 20 juta ton batu bara.

“Terminal batu bara tersebut diharapkan akan memberikan nilai tambah kepada PLN terkait pengamanan pasokan batu bara, memberikan kualitas batu bara yang sesuai dengan kebutuhan PLTU dan memberikan fleksibilitas pasokan batu bara serta menampung domestic market obligation,” ujar Sofyan Basir, Direktur Utama PLN, saat peresmian terminal batu bara di Serang, Banten, Kamis (5/10).

Terminal batu bara yang diresmikan Presiden Joko Widodo tersebut dioperasikan perusahaan patungan anak perusahaan PLN, yaitu PT PLN Batubara dengan Gama Corporation. Terminal batu bara akan mempunyai kemampuan mencampur batu bara dengan berbagai spesifikasi yang masih ada di dalam rentang spesifikasi batu bara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PLN di Jawa bagian Barat, khususnya PLTU Suralaya, Labuan, Pelabuhan Ratu, Lontar dan PLTU Jawa 7.

Terminal batu bara dibangun untuk memperkuat dan mengefektifkan rantai pasok batu bara, untuk PLTU di wilayah Jawa Bagian Barat. Lokasi terminal batu bara bersebelahan dengan PLTU Jawa 7 dengan target dapat beroperasi secara komersial bersamaan dengan PLTU Jawa 7.

Terminal batu bara ini juga di antaranya berfungsi sebagai emergency stock PLTU di luar Jawa Bagian Barat, menjaga security of coal supply saat cuaca buruk karena menggunakan vessel, pengurangan biaya belanja modal (capex) pembangunan terminal batu bara di masing-masing PLTU, dan efisiensi biaya transportasi batu bara dari perubahan moda transportasi barge ke vessel.

“Proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya wilayah Banten dan Indonesia pada umumnya. Serta dapat mengefisienkan biaya pembangkitan listrik agar lebih terjangkau oleh masyarakat,” tandas Sofyan.(RA)

 

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)