Dunia Energi Logo Minggu, 19 November 2017

ADB Danai Pengembangan Listrik di Sumatera

JAKARTA – Asian Development Bank (ADB) membiayai peningkatan sistem transmisi dan distribusi listrik di Sumatera dengan memberi pinjaman US$ 600 juta kepada PT PLN (Persero). Pembiayaan tersebut mencakup US$ 575 juta dari Sumber Daya Modal Biasa (Ordinary Capital Resources) ADB, dan pinjaman US$ 25 juta dari Dana Infrastruktur ASEAN, dengan ADB sebagai pemberi pinjaman tercatat (lender of record).

Pinjaman ADB ke PLN merupakan pinjaman langsung pertama ke, badan usaha milik negara (BUMN) di Indonesia dengan jaminan dari negara. Dana yang tersedia akan digunakan untuk membiayai peningkatan jalur transmisi 150 kilovolt yang sudah ada, penambahan gardu induk, serta pemasangan peralatan baru dan pembaruan peralatan, termasuk switchgear.

Pinjaman tersebut akan mendukung sebagian investasi PLN untuk peningkatan dan perluasan di Sumatera dari 2015 sampai 2019, yang seluruhnya diperkirakan memerlukan US$ 10,8 miliar. Dana ini juga merupakan bagian dari paket jangka menengah dukungan ADB yang lebih besar bagi penguatan jaringan kelistrikan Indonesia, yang diperkirakan akan mencakup bantuan pinjaman bagi kawasan Jawa-Bali dan kawasan timur Indonesia antara 2016 sampai 2019.

Rehan Kausar, Kepala Unit Administrasi Proyek Departemen Asia Tenggara ADB, mengatakan sektor listrik telah makin berkembang di Indonesia, namun belum mampu mengimbangi permintaan yang juga terus meningkat.

“Keandalan dan kestabilan sistem terus berkurang, seperti pemadaman yang terjadi berkala belakangan ini di Sumatera dan Jawa,” kata Kausar dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Menurut Kausar, PLN memiliki program pembangunan jangka panjang untuk memperkuat dan memperluas sistem kelistrikan di seluruh Indonesia. Dengan bantuan ADB diharapkan akan membantu PLN menyalurkan pasokan listrik yang memadai dan andal ke Sumatera, sehingga meningkatkan kualitas hidup dan mendukung upaya menjadikan kawasan ini salah satu pusat industri utama.

Program ini menggunakan pendekatan pinjaman berbasis hasil (yaitu dengan mengaitkan pencairan pinjaman pada hasil yang dicapai, bukan pada pengeluaran yang terjadi), dan hal ini merupakan yang pertama di Indonesia, serta yang pertama di dunia untuk sektor energi.

PLN pada sisi distribusi kan menambah dan memperkuat jaringan bertegangan menengah dan rendah, termasuk pemasangan trafo distribusi, sambungan baru, dan boks meter pelanggan. Program juga akan menyediakan peningkatan kapasitas dan penguatan kelembagaan bagi PLN.Berbagai upaya tersebut akan membantu Sumatra mencapai tingkat elektrifikasi 90% pada 2019. Hal ini juga akan mendukung target nasional pemerintah untuk memberikan akses listrik universal pada 2024, dari yang saat ini masih berada di kisaran 84%.(AT)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)