Dunia Energi Logo Senin, 20 November 2017

Selisih Kurs dan Penurunan Kewajiban Nusa Halmahera Dorong Antam Raih Laba Bersih Rp5,29 Miliar

JAKARTA – Kinerja keuangan positif diraih PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), badan usaha milik negara di sektor pertambangan pada kuartal I 2016, meski kinerja operasional yang terefleksi dalam pendapatan turun 30,86% menjadi Rp1,98 triliun.  Aneka Tambang atau Antam mencatat laba bersih Rp5,29 miliar dibanding kuartal I 2015 yang membukukan rugi bersih Rp240,20 miliar.

“Pada kuartal I 2016, profitabilitas perseroan meningkat dengan raihan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp5,29 miliar di tengah volatilitas harga komoditas  yang masih berlanjut,”kata Tedy Badrujaman, Direktur Utama Antam.

Laporan keuangan Antam yang dirilis akhir pekan lalu menyebutkan perseroan meraih keuntungan lain-lain sebesar Rp316,51 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini dibanding periode yang sama tahun lalu yang merugi Rp210,41 miliar. Keuntungan tersebut berasal dari laba selisih kurs Rp178,91 miliar dibanding sebelumnya yang rugi Rp168,4 miliar. Penurunan nilai kewajiban kotijensi PT Nusa Halmahera Minerals dan keuntungan lainnya Rp74,87 miliar. Selain itu, Antam juga mencatat kenaikan penghasilan keuangan yang signifikan menjadi Rp89,73 miliar dibanding kuartal I tahun lalu Rp6,09 miliar.

Keuntungan lain-lain yang diraih Antam berhasil mengkompensasi melonjaknya  beban bagian kerugian entitas asosiasi dan ventura bersama hingga Rp218,67 miliar dari sebelumnya Rp101,72 miliar. Beban keuangan juga membesar menjadi Rp74,14 miliar dibanding tiga bulan pertama 2015 Rp25,69 miliar. Dengan begitu, Antam mencatat penghasilan lain-lain bersih Rp113,43 miliar pada kuartal I 2016 dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencatat beban lain-lain sebesar Rp331,74 miliar.

Dengan penghasilan tersebut, rugi usaha Rp50,48 miliar sepanjang kuartal I bisa tertutup dan Antam membukukan laba sebelumnya pajak Rp62,95 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu yang rugiRp276,19 miliar.(AT)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)