Dunia Energi Logo Kamis, 23 November 2017

Pelaku Usaha Biogas Siapkan Skema Cluster

JAKARTA – Para pelaku usaha pengembang pembangkit biogas menyiapkan strategi khusus untuk bisa ikut berkontribusi dalam konservasi energi nasional.

“Ada usulan terbaru yakni skema cluster, kemudian dibangun pembangkit listrik tenaga biogas oleh masing-masing perusahaan. Listrik yang dihasilkan kemudian disatukan baru dijual ke PLN,” kata Trio Cadys, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Biogas Indonesia di Jakarta, Rabu.

Saat ini ada sekitar 800-an perusahaan kelapa sawit yang ada di Indonesia, sekitar 5% di antaranya berinvestasi untuk mengembangkan pembangkit biogas yang menghasilkan listrik 1.300 megawatt (MW). Pembangkit biogas banyak dikembangkan di beberapa wilayah seperti Riau, Sumatera Utara, Palembang, Bengkulu, Jambi, Lampung. Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

“Kesulitan pengembangan biogas juga kebanyakan karena terlalu banyak pengusaha kelapa sawit, teratama grup kecil lebih tertarik meluaskan area perkebunan atau produksi sawitnya,” ungkap Trio.

Asosiasi Pengusaha Biogas menyebut insentif dari pemerintah bisa menjadi stimulus yang baik untuk mendorong perusahaan dalam berinvestasi membangun pembangkit biogas.

Komaidi Notonegoro, pengamat energi dari Reforminer Institute, mengatakan stimulus dari pemerintah merupakan faktor penting kesuksesan pengembangan energi baru terbukan (EBT), karena tidak dipungkiri EBT butuh biaya besar sehingga aspek keekonomian bagi para pengusaha juga menjadi perhatian utama.

“Bagi pelaku usaha tentu harus memperhatikan dengan baik regulasi dan aspek keekonomiannya, Karena Bagaimanapun juga ini bisnis, jadi harus jelas mengenai biaya dan manfaatnya bagi perusahaan” tandas Komaidi.

Terobosan

Menurut Komaidi, pemerintah perlu melakukan terobosan agar pengusaha atau investor melirik EBT. Pasalnya, ada  beberapa kasus proyek pembangkit panas bumi yang tidak berkembang karena tidak adanya titik temu antara pengembang dan pembeli, PT PLN (Persero).

“Dalam banyak kasus PLN tidak membeli sumber EBT karena harganya mahal serta keterbatasan anggaran subsidi,” kata Komaidi.

Trio mengungkapkan pengembangan EBT, khususnya biogas saat ini masih menunggu penetapan harga jual listrik dari pemerintah yang dibahas bersama dengan biomassa. “Kita tentu berharap harga yang bagus agar menarik bagi para investor,” katanya.(RI)

 

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)