Dunia Energi Logo Jumat, 17 November 2017

Hingga Maret 2016, Produksi Gas Proyek Paku Gajah Capai 45 MMSCFD 

JAKARTA- Wilayah Kerja Pakugajah Development Project (PGDP) yang dikelola PT Pertamina EP di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan  mencatat produksi rata-rata sebesar 45 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk gas dan kondensat sebesar 1.000 barrel condensate per day (BCPD) yang dihasilkan dari 17 sumur aktif sepanjang Januari hingga pertengahan Maret 2016. Produksi tersebut naik dibandingkan produksi rata-rata tahun lalu sebesar 43,8 MMSCFD untuk gas dan kondensat 992 BCPD.

Mussalam Latuconsina, General Manager PGDP Direktorat Pengembangan Pertamina EP, mengatakan hingga  pertengahan Maret 2016 PGDP mulai melakukan pemboran satu sumur pengembangan, yaitu PDW-8.Sementara itu, empat sumur lainnya sedang dalan tahap pembuatan lokasi, dan satu sumur dalam tahap pembebasan lokasi.

“Semua rencana pemboran enam sumurtersebut akan dilakukan dengan menggunakan dua rig pemboran milik PT PertaminaDrilling Service Indonesia (PDSI), anak usaha PT Pertamina (Persero),  secara paralel,” kata Mussalam dalam siaran pers di Jakarta, Senin (21/3).

Menurut Mussalam, kemajuan pembangunan Fasilitas Produksi Permanen dalam tahapan progres pelaksanaan EPC (engineering procurement and contract) yang dimulai sejak awal Januari 2016. PGDP saatini fokus pada pembangunan konstruksi di Stasiun Pengumpul Gas (SPG) Paku Gajah dan SPG Kuang.

Kegiatan PGDP tahun iniadalah pembuatan fasilitas produksi permanen SPG Pakugajah dan SPG Kuang, pemasangan trunkline dari SPG Merbau ke SPG Paku Gajah sepanjang 23 km, dan pemboran enam sumur pengembangan. “Kami berharap Integrasi POD Phase-1 dan POFD KuangPhase-2 akan on stream pada akhir kuartal I 2017,” ujarnya.

Sebelum terbentuknya PGDP (2010-2013), area tersebut memproduksikan gas dari 10 sumur eksplorasi melalui sistem POP dengan menyewa fasilitas produksi dari pihak ketiga (EPF).  Wilayah kerja PGDP berada kurang lebih 50 KM di selatan Kota Prabumulih  dibatasi oleh wilayah Seismik 3D Pagardewa yang memiliki luas 350 kilometer persegi. PGDP terbentuk pada 2012 dan rencana pengembangan (plant of development/POD) disetujui pada 28 Juni 2013. “Dari awal terbentuk sampai saat ini PGDP telah melakukan kegiatan workover sebanyak 10 sumur dan empat sumur pemboran pengembangan (infill) yang sudah selesai dikerjakan pada2014-2015,”katanya.

Kegiatan eksplorasi dibagian Utara WK PGDP (Seismik 3D Gajah-Beringin) telah selesai dilakukan beserta kegiatan pemboran eksplorasi sebelumnya (PRT-1, LVT-1, PMT-2, PMT-3,dan GDR-1) telah di PSE kan dan disetujui oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pada Desember 2015. Tahap selanjutnya akan dilakukan penyusunan POD tahap-2 di area Paku Gajah dengan melibatkan fungsi Eksplorasi, Eksploitasi, PGDP, dan SKK Migas.

Cadangan PGDP berdasarkan POD Phase-1dari 5 struktur  (Tasim, Prabumenang, Karangdewa, Pagardewa dan Pagardewa Selatan)  adalah sebesar 100,46 BCF. Setelah dilakukan monitoring produksi dan dilakukan perhitungan dengan material balance ada beberapa struktur yang mengalami kenaikan angka cadangan dengan total menjadi 201,2 BCF.(AT)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)