Dunia Energi Logo Sabtu, 18 November 2017

Konsumsi Domestik Meningkat, Infrastruktur Gas Harus Segera Dibangun

JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) memproyeksikan konsumsi gas domestik pada tahun ini mencapai 4.414 billion british thermal unit per day (BBTUD), naik 14,7% dibanding konsumsi 2014 sebesar 3.848 BBTUD. Mayoritas alokasi gas domestik diserap industri, pembangkit listrik dan pupuk.

Sampe L Purba, Kepala Divisi Komersialisasi Gas Bumi SKK Migas, mengatakan peningkatan konsumsi gas domestik mendorong penurunan ekspor gas. “Pada 2015 ekspor gas 3.063 BBTUD, diproyeksi turun menjadi 2.561 BBTUD,” ujar Sampe di Jakarta, Rabu (16/3).

Menurut dia, sektor rumah tangga dan lainnya memang belum manjadi konsumen prioritas karena belum tersedianya infrastruktur yang memadai. “Jika infrastruktur siap, Target kami 2020 efektifitas penggunaan gas untuk dalam negeri bisa mencapai 100%” tegas Sampe.

Agus Cahyono Adi, Direktur Pembinaan dan Pengelolaan Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan saat ini pembangunan infrastruktur distribusi gas memang menjadi rencana pemerintah kedepan.

“Untuk jangka pendek kita bangun jaringan gas, SPBG serta pipa-pipanya. Jadi semua jaringan dibangun tidak hanya satu bagian saja, sehingga pembangunannya jadi lebih terintegrasi,” katanya.

Impor LNG

Agus mengatakan pemerintah akan menerbitkan regulasi untuk mengatur impor gas alam cair (liquefied natural gas/LNG). Langkah tersebut bertujuan untuk melindungi pangsa pasar LNG yang diproduksi di dalam negeri.

“Impor sepertinya tetap kita akan buka, tapi nanti ada regulasi yang mengatur impor tersebut. Tujuannya untuk melindungi produksi domestik,” katanya.

Menurut Agus dalam regulasi tersebut akan mengatur tentang tenggat waktu berapa lama impor dilakukan serta alokasinya. “Jadi ada keseimbangan dan sinergi antara produk domestik dan impor, kita tidak melarang impor tapi ada pembatasan” ungkapnya.

Impor LNG, kata Agus, tetap diperlukan karena kebutuhan juga meningkat untuk mendukung peningkatan produksi energi salahsatunya progam listrik 35.000 mw.  Karena itu pembangunan infrastruktur jaringan gas terus digenjot salah satunya dengan membangun Receiving Terminal.(RI)

 

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)