JAKARTA – PT Harita Prima Abadi Mineral, anak usaha PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) memproyeksikan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) alumina yang dikelola PT Well Harvest Winning Alumina Refinery di Ketapang, Kalimantan Barat akan mulai beroperasi pada Mei 2016.

 

Erry Sofyan, Direktur Harita Prima, mengatakan untuk pembangunan smelter tahap awal perseroan sudah mengeluarkan investasi sebesar Rp 9, 8 triliun. “Saat ini sudah mulai test production. Mungkin Mei-Juni sudah running production,” kata dia di Jakarta, Rabu (16/3).

 

Menurut Erry, hingga akhir 2016, smelter Well Harvest diproyeksi memproduksi 500 ribu ton alumina, masih dibawah target sebesar 100 ribu ton per bulan.
“Tahun ini semoga bisa 500 ribu ton. Tahun depan kita target kan full satu juta ton,  yang memerlukan tiga juta ton bauksit,” tukasnya.

 

Untuk pasokan bauksit smelter Well Harvest akan berasal dari tambang milik kelompok usaha Harita Group. Harita berkomitmen untuk memastikan pasokan bahan baku smelter dalam jangka waktu tertentu.

 

Well Harvest merupakan perusahan patungan Cita Mineral dan China Hongqiao Group Limited asal Tiongkok. Cita Mineral menguasai 30% saham Well Harvest, sisanya 60% dikuasai China Hongqiao dan Winning Investment (HK) Company Limited sebesar 10%.

Cita merupakan induk usaha Harita Prima Abadi Mineral dan PT Karya Utama Tambangjaya yang bergerak di sektor pertambangan bauksit dan menjadi kontributor utama pendapatan perseroan sebelum diterapkannya larangan ekspor mineral mentah pada 12 Januari 2014.(RA)