Dunia Energi Logo Kamis, 23 November 2017

Produsen Utama Minyak Sepakat Bekukan Produksi, Harga Masih Fluktuatif

NEW YORK – Perjanjian bersyarat antara Arab Saudi dan Rusia serta dua produsen lainnya untuk membekukan produksi dan mengurangi kelebihan pasokan global belum cukup untuk mengangkat harga minyak dunia. Patokan AS pada Selasa (Rabu pagi WIB), minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, turun 40 sen (1,6%) menjadi US$29,04 per barel di New York Mercantile Exchange, seperti dikutip AFP.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April, juga turun US$ 1,21 dolar AS (3,6%) menjadi US$32,18 per barel di perdagangan London.

Dalam upaya untuk menstabilkan pasar yang kelebihan pasokan, Rusia dan anggota OPEC, Arab Saudi, Venezuela dan Qatar mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan awal untuk membekukan produksi pada tingkat Januari, tetapi hanya jika produsen utama lainnya mengikuti.

Menteri Perminyakan Saudi Ali al-Naimi mengatakan, keputusan Selasa adalah awal dari proses yang akan dinilai dalam beberapa bulan ke depan dan memutuskan apakah perlu langkah-langkah lain untuk menstabilkan pasar.

“Orang-orang ingin melihat beberapa jenis penurunan produksi dari OPEC dan negara-negara produsen lainnya dan mereka tidak mendapatkannya,” kata Michael Lynch dari konsultasi Strategic Energy and Economic Research kepada AFP.

Fawad Razaqzada, analis City Index, mengatakan pengumuman penghentian produksi produsen minyak tidak sesuai dengan ekspektasi.”Berita itu benar-benar mengecewakan pasar sedikit karena beberapa orang berharap untuk melihat potongan daripada pembekuan produksi,” kata Razaqzada.

Analis Citi Futures Tim Evans mengatakan kesepakatan tampaknya dirancang sebagai sebuah pernyataan politik daripada dukungan untuk harga minyak. Hal ini kemungkinkan disebabkan karena Arab Saudi menyalahkan kemungkinan kegagalan kesepakatan pada Iran, yang telah merencanakan untuk meningkatkan produksi minyak karena pencabutan sanksi internasional menyusul perjanjian nuklirnya dengan negara-negara besar.

“Iran hampir pasti akan menolak kesepakatan karena setuju untuk menutup ekspor sekarang sebagai bagian dari kesepakatan OPEC lebih luas pada dasarnya berarti Iran telah menerima pembatasan mengenai program nuklirnya dengan tanpa imbalan apa-apa,” kata Evans.(AT/ANT)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)