Dunia Energi Logo Minggu, 19 November 2017

Pasokan Makin Berlimpah, Harga Minyak dalam Tekanan

NEW YORK – Harga minyak global masih dalam tekanan seiring pasokan yang terus meningkat. Selain peningkatan produksi minyak Amerika Serikat, potensi masuknya pasokan minyak Iran ikut menjadi sentimen negatif.

 

Minyak mentah Brent turun di bawah US$ 30 per barel untuk pertama kalinya dalam hampir 12 tahun pada Rabu (Kamis pagi WIB) seiring peningkatan persediaan minyak mentah dan bahan bakar AS menambah kelebihan pasokan global.

Laporan AFP juga menyebutkan di London, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Februari, patokan Eropa untuk minyak, turun 55 sen menjadi menetap di US$30,31 per barel, tingkat terendah sejak Februari 2004 dan berada di bawah harga minyak AS.Sebelumnya Brent merosot ke US$29,96 per barel, tingkat terendah sejak April 2004.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari mengupas keuntungan awal menjadi ditutup naik tipis empat sen menjadi US$ 30,48 per barel di New York Mercantile Exchange.

Laporan persediaan mingguan pemerintah AS juga menahan upaya-upaya oleh kontrak-kontrak acuan untuk rebound.Laporan menunjukkan penambahan dalam stok minyak mentah komersial sebesar 200 ribu barel menjadi 484,6 juta barel dalam pekan yang berakhir 8 Januari 2016.

Produksi minyak mentah AS meningkat 8.000 barel menjadi 9,227 juta barel per hari pada pekan lalu. Persediaan bensin ikut melonjak 8,2 juta barel yang menunjukkan konsumsi dalam negeri sangat lamban.

Bob Yawger, Direktur Divisi Mizuho Securities AS, mengatakan laporan yang dirilis pemerintah AS memberikan gambaran yang sangat bearish di pasar. Penyimpanan minyak mentah di pusat penting Cushing berada pada rekor tertinggi selama ini dan mendekati kapasitas maksimum terminal.

Sementara itu, peningkatan bensin sebesar 19 juta barel dalam dua minggu terakhir adalah penambahan yang terbesar dalam sejarah.Persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk kontrak AS, naik 0,1 juta barel menjadi 64 juta barel, seperti dikutip dari laporan Departemen Energi AS.

Kian dekatnya, ekspor minyak Iran kembali ke pasar setelah Iran memenuhi persyaratan kesepakatan nuklir dengan negara-negara besar juga menggantung di atas sentimen.

Pemerintah Iran pada Rabu memperkirakan bahwa pelaksanaan akhir kesepakatan program nuklir Iran pada Minggu. Para petugas dari AS dan Eropa telah mengatakan itu bisa saja beberapa hari lagi.”Ada peningkatan obrolan tentang barel Iran datang ke pasar sangat cepat karena IAEA (Badan Energi Atom Internasional) akan memverifikasi selama akhir pekan bahwa Iran telah melakukan cukup untuk verifikasi sisi kesepakatan sanksi mereka,” tandas Yawger.(AT)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)