Dunia Energi Logo Jumat, 24 November 2017

Pemerintah Proyeksikan Empat PLTP Beroperasi Tahun Ini

NJAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan empat dari lima pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dengan kapasitas 270 megawatt (MW) akan beroperasi tahun ini.

Kelima pembangkit tersebut adalah PLTP Sarulla dengan kapasitas 110 MW, lalu Lumut Balai 55 MW, Karaha Bodas 30 MW, Lahendong Unit 5 dengan kapasitas 20 MW dan Ulubelu 55 MW. “Insya Allah semua beroperasi Desember tahun ini,” ujar Yunus Saefulhak, Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM, Senin.

PLTP Sarulla, Sumatera Utara digarap dan akan dioperasikan Sarulla Operation Ltd, perusahaan konsorsium PT Medco Power Indonesia, Itochu Corporation, Kyushu Electric Power Co dan Ormat Internasional Inc. Sementara itu, empat PLTP lainnya dibangun dan akan dioperasikan PT Pertamina Geothermal Energy, anak usaha PT Pertamina (Persero).

Namun, tambah Yunus, untuk PLTP Lumut Balai di Sumatera Selatan berpotensi pengoperasian mundur ke Januari atau Februari 2017 mengingat terdeteksi potensi longsoran tanah di rumah pembangkit, yang harus distudi kembali.” Kalau tidak memungkinkan harus cari lokasi lain, tidak bisa dihindari,” kata dia.

Menurut Yunus, dengan beroperasinya lima pembangkit tersebut akan ada tambahan 270 MW listrik dari pembangkit panas bumi yang saat ini kapasitasnya baru mencapai 1.438, 5 MW. “Untuk mencapai 7.100 MW pada 2025 memang masih jauh tapi puncak pengoperasian akan bermunculan di 2019, 2020 dan seterusnya,” tandas dia.

Pengembangan sumber daya panas bumi (geothermal) untuk pembangkit listrik diproyeksikan akan menjadi sumber energi andalan seiring dengan semakin menipisnya cadangan migas di dunia. Penggunaan energi panas bumi diyakini lebih ramah lingkungan karena emisi yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan dengan pembangkit lain yang menggunakan batu bara, minyak maupun gas alam. Manfaat lain terhadap lingkungan adalah tidak terjadinya pembuangan limbah secara terbuka karena air kondensat dan air produksi diinjeksikan kembali ke dalam sumur sehingga kestabilan tekanan reservoir tetap terjaga.(AT)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)