JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan potensi investasi pengembangan infrastruktur energi untuk kluster ekonomi maritim di tujuh lokasi mencapai US$ 250 juta. Tujuh lokasi yang akan melaksanakan model pengembangan infrastruktur energi adalah Aceh Jaya (Provinsi Aceh), Kuala Tanjung Barat (Provinsi Sumatera Utara), P. Enggano (Provinsi Bengkulu), Minahasa Utara (Provinsi Sulawesi Utara), Lombok Tengah (Provinsi Nusa Tenggara Barat), Kupang (Provinsi Nusa Tenggara Timur) dan Marotai (Provinsi Maluku).

“Kita mendorong pengembangan 7 cluster ekonomi maritim, dimana tugas kita sebagai penanggung jawab sektor energi adalah meyakinkan ketika ekonomi maritim dibangun energinya tersedia. Ini sangat relevan dengan tema pembangunan energi baru terbarukan ke depan karena nature nya negara kepulauan itu harus lebih banyak mengandalkan energi baru terbarukan yang datang dari wilayah setempat dan tidak tergantung pada jaringan nasional,” ujar Sudirman saat peringatan Hari Nusantara di Aceh, Minggu.

Untuk langkah awal, bersamaan dengan acara puncak Hari Nusantara  ke – 15 Tahun 2015, diresmikan dua kluster ekonomi yakni pertama di Marotai dan kedua di Mandalika. Besaran nilai investasi pengembangan model infrastruktur energi cluster ekonomi maritim di Morotai mencapai US$150 juta sedangkan yang di Mandalika sebesar US$20 juta.

Menurut Sudirman, model pengembangan infrastruktur energi dapat diterapkan di pulau-pulau kecil, terdepan dan wilayah-wilayah pesisir yang didukung dengan infrastruktur energi bersih seperti tenaga surya, tenaga bayu, energi laut dan bahan bakar nabati.Implementasi model pengembangan cluster ekonomi ini diharapkan dapat mensinergikan sektor maritim dan energi juga pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

PLTS

Dalam rangka membantu Pemerintah Provinsi Aceh dalam mengembangkan kawasan pelabuhan dan industry perikanan Lampulo, Aceh, pemerintah pusat akan membantu menyediakan pasokan energi listrik yang dibutuhkan. Pasokan energi yang akan diberikan bersumber dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Pembangunan PLTS ditargetkan tuntas pada 2016.

Sudirman mengatakan Kementerian ESDM akan membantu pengembangan pembangkit tenaga listrik tenaga surya sebesar 1 MW dengan harapan seluruh komplek Lampulo akan di listriki dengan PLTS. Dengan bantuan pasokan energi listrik di kawasan ini akan membuat kawasan ini berkembang lebih maju, sehingga mampu mendukung ekonomi nelayan di kota Banda Aceh.

Penyediaan pasokan listrik bersih juga akan dilakukan Kementerian ESDM dalam mengembangkan Kluster Ekonomi Maritim di wilayah barat, tengah dan timur Indonesia. Dengan pengelolaan potensi yang ada tersebut diharapkan akan dapat mendukung pencapaian bauran energi baru terbarukan sebesar 23% pada 2025.(AT)