Dunia Energi Logo Jumat, 15 Desember 2017

25 Pekerja Masih Terjebak di Tambang Bawah Tanah Freeport

Terowongan tambang bawah tanah Big Gossan.

MIMIKA – Sebanyak 25 pekerja hingga saat ini masih terjebak di reruntuhan terowongan, pada Tambang Bawah Tanah “Big Gossan” yang dioperasikan PT Freeport Indonesia di Tembaga Pura, Kabupaten Mimika, Papua.

Presiden Direktur Freeport Indonesia, Rozik B Soetjipto menerangkan, sejak musibah runtuhnya terowongan Big Gossa terjadi pada Selasa, 14 Mei 2013 sekitar pukul 07.30 WIT, upaya penyelamatan telah dilakukan. Saat itu, total pekerja yang berada di lokasi reruntuhan sebanyak 39 orang.

Namun karena lokasi yang sulit, kata Rozik, hingga Rabu, 15 Mei 2013 baru 14 pekerja yang bisa dievakuasi dari reruntuhan. Sepuluh pekerja dalam keadaan terluka, dan 4 pekerja lainnya sudah dalam kondisi meninggal. Dipastikan sebanyak 25 pekerja saat ini masih terjebak di reruntuhan terowongan.

Musibah itu sendiri tidak terjadi tepat di areal penambangan. Melainkan pada terowongan yang menjadi akses menuju areal penambangan bawah tanah Big Gossan, sekitar 500 meter dari pintu masuk ke tambang. Pada terowongan itu terdapat ruang-ruang pertemuan, dimana saat musibah terjadi 39 pekerja dan instrukturnya sedang melakukan pelatihan.

Menurut Rozik, sejauh ini upaya penyelamatan 25 pekerja yang masih terjebak, terhambat oleh ruang terbatas dalam terowongan. Kondisi ini memaksa tim penyelamat menggunakan peralatan manual seperti sekop dan gergaji, tidak bisa menggunakan alat berat.

Tim penyelamat pun terus berkonsultasi dengan Inspektur Tambang yang dikirimkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna mendapatkan cara terbaik untuk menyelamatkan para pekerja yang masih terjebak.    

“Ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi kami,” kata Rozik. “Pikiran dan doa kami untuk semua korban dan keluarga mereka, dan kami akan terus melakukan yang terbaik untuk mengevakuasi para pekerja yang tersisa,” tandasnya.

Bagi korban yang meninggal, Freeport Indonesia telah menjamin untuk memenuhi semua kebutuhan serta bantuan yang diperlukan. Empat pekerja yang meninggal di reruntuhan itu adalah Mateus Marandof, Selpianus Edowai, Yapinus Tabuni, dan Aan Nugraha.

Dari 10 korban yang telah dilarikan ke rumah sakit perusahaan di Tembagapura, semuanya telah dilaporkan berada dalam kondisi stabil. Salah satunya diterbangkan ke Jakarta pagi ini untuk perawatan lebih lanjut. Lima lainnya dijadwalkan akan diterbangkan besok.

(Iksan Tejo/duniaenergi@yahoo.co.id)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)